Mengikuti kajian rutin Ustadz Yusuf Mansyur di Masjid Annida yang disiarkan langsung oleh MNC TV setiap Selasa dan Rabu pagi, semakin menarik untuk disimak. Isi ceramah sang ustadz yang terkenal sebagai tokoh sedekah ini serasa mengobrak-abrik paradigma lama dan sudah sangat mendarahdaging di kehidupan kita sehari-hari. Ajakan beliau tentang sedekah benar-benar menyentak konsep berpikir linier kita. Terasa begitu asing di telinga, bahkan mungkin ada yang bilang “absurd”. Ajakan Ustadz untuk benar-benar 100 % bergantung kepada Allah melalui konsep sedekah menjadi sulit diterima. Bahkan ajakan ini dicibirkan. Pokoknya tidak percaya. Sebenarnya yang “absurd” bukan ajakan sedekahnya, tapi justru yang “absurd” adalah mata, telinga dan hati kita. Akal dan pikiran kita yang hanya rutin diajak untuk hidup hedonis dan konsumtif telah menggerakkan mata dan telinga kita hanya bisa menangkap fenomena kehidupan materialitsik. Akal dan pikiran tidak lagi mendengar dan melihat makna di setiap kejadian. Makna hakiki kehidupan yang diatur dengan sangat cermat oleh sebuah Kemahakuasaan Sang Maha Pengatur Alam Raya. Ada yang perlu dibongkar habis dalam konsep ketauhidan kita tentang sedekah. Sedekah seharusnya lebih mendekatkan hubungan kita dengan Allah SWT. Sedekah mestinya membuka tabir dominasi ketergantungan terhadap makhluk. Ketergantungan mutlak harus didudukkan kembali hanya kepada Yang Maha atas segalanya, Allah Azzawajalla. Mahluk
Hidup di Alam Perbandingan Relatif
Suatu saat perusahaan anda menaikkan gaji karyawannya. Gaji anda dari Rp. 10 juta naik menjadi 12 juta. Lalu gaji teman anda Rp. 10 juta naik menjadi 12,5 juta. Kira-kira angka berapa yang selalu anda pikirkan ? Rp. 10 juta, Rp. 12 juta atau kenaikan gaji kita sebesar Rp. 2 juta ? Boleh saya menebaknya. Kalau salah ya mohon maaf, berarti tebakan saya salah. Bukan bermaksud menuduh, tapi ingin menyakinkan saja bahwa tebakan saya ini tidak meleset he he he …. Yang menjadi fokus pikiran kita adalah angka Rp. 500 ribu. Lho ? Darimana angka itu ? Angka itu adalah selisih antara gaji baru anda dengan gaji baru teman anda. Tak soal berapa pun kenaikan gaji anda, yang kita pikirkan adalah bukan nilai absolut kenaikan gaji kita, tapi nilai relatif gaji baru kita dibanding teman yang lain. Hal ini juga sudah diteliti oleh para ahli di luar sana. Kalau hal ini terjadi juga pada diri kita, rasanya kita perlu merenung lebih dalam. Kita memang sejak dalam kandungan sudah diajarin untuk hidup di alam perbandingan relatif. Dari kecil hingga besar saat ini pun, hampir semua prestasi kehidupan selalu dan pasti ditentukan dengan perbandingan relatif. Anak kita yang juara kelas pasti, disebut juara
SIKAP TERBAIK
Segar rasanya badan diguyur air. Kesuntukan kerja di kantor dan kepenatan akibat macet di perjalanan, langsung sirna setelah diguyur air. Ku lihat istri terkasihku masih sibuk di dapur menyiapkan makan malamku. Anak-anak sudah tidur semua. Istriku memang luar biasa. Kami sepakat sejak 6 bulan yang lalu tidak lagi memakai pembantu full day dan tinggal serumah. Pembantu hanya datang di pagi hari, bersih-bersih rumah, cuci setrika dan setelah itu pulang. Siang sore hingga malem, dipegang sendiri oleh istri. Mengasuh 3 anak-anak ku yang masih kecil-kecil bukan hal yang mudah. Apalagi kami berdua sama-sama merantau ke Jakarta. Keluarga dekat yang bisa dimintai tolong momong anak tidak ada. Jadi semua ditangani sendiri. 16 jam sudah aku menjalani hidup ini sejak bangun pagi jam 04.30. Terima kasih ya Allah, selama 16 jam ini Engkau memberikan kepadaku peran-peran kehidupan dan Engkau ijinkan aku melakoninya dengan baik. Pagi hari engkau ijinkan aku bisa bangun lagi. Banyak saudaraku di tempat lain setelah tidur tidak sempat bangun lagi karena tiba-tiba rumahnya roboh di landa gempa bumi. Alhamdulillah rumahku juga masih utuh tidak kemasukan maling semalem atau tidak kebakar. Banyak saudaraku di tempat lain yang rumahnya dimasuki maling atau terbakar tanpa sisa atau tiba-tiba air banjir masuk ke rumah.
Berdebar Menunggu Akhir Tahun
Bagi kalangan pebisnis, bak naik taksi, argo waktu seolah berjalan sangat cepat. Tahu-tahu sudah menjelang akhir tahun, padahal masih banyak pending-pending yang harus diselesaikan. Target masih jauh dari harapan. Bayangan gelap seolah semakin nyata di tahun depan. Begitu juga dengan karyawan. Akhir tahun artinya ujung penilaian kinerja. Kinerja yang bagus merupakan salah satu parameter promosi karier. Asisten dinilai supervisornya. Supervisor dinilai managernya dan sang manager pun dinilai general managernya. Sampailah sang direksi juga dinilai oleh ownernya. Semua berdebar. Yang targetnya tercapai harap-harap cemas karir dan pendapatannya akan naik. Yang tidak tercapai targetnya, tertunduk lesu membayangkan bakalan ketinggalan kereta prestasi di perusahaannya. Tanpa terasa, jadilah kebahagiaan itu menempel lekat pada yang namanya target. Kalau sudah begitu, kebahagiaan itu hanya kita rasakan hanya menjelang akhir tahun saja. Sepanjang tahun waktu kita suntuk dengan acara mengejar target. Dan jika jika target tercapaipun kita tidak bisa berlama-lama bergembiran karena tahun berikutnya sudah disiapkan target yang lebih besar lagi. Lalu bagaimana dong bos ? Apa aku harus keluar kerja, agar tidak dikejar-kejar target ? Yang pertama kamu harus ikhlas dulu bekerja di perusahaan yang pake target. Jangan uring-uringan melulu. Kalau ngedumel melulu ya cari saja bisnis yang tanpa target. Tapi jangan ngedumel lagi kalau pendapatnya
Let the process go
Ajaran di dalam ALqur’an menyebutkan bahwa perubahan dimulai dari diri kita sendiri, dimana Allah tidak akan merubah nasib seseorang atau suatu kaum kalau orang atau kaum itu tidak mau merubah dirinya sendiri. Di ayat lain Allah menyebutkan bahwa Dia Maha Mengetahui , Dia Maha Berkehendak dan Dia Maha Kuasa atas terjadinya segala sesuatu. Tidak ada kejadian di alam raya ini tanpa sepengetahuan , tanpa kehendak dan tanpa kekuasaanNYA. Bagaimana menggabungkan ayat ini berkaitan dengan konsep hati yang mengalir. Allah mengharuskan kita merubah diri kita tapi Allah juga yang berkehendak dan berkuasa atas segala sesuatu ? Penulis memahaminya bahwa perubahan yang dilakukan oleh manusia adalah di wilayah memilih respon setiap kejadian yang ditetapkan oleh Allah SWT. Kalau dulu kita ngedumel setiap kali dengar adzan subuh, lalu kita tutupi rapat-rapat tubuh kita dengan selimut dan tidur lagi. Kita rubah respon kita menjadi bersyukur setiap kali mendengar adzan subuh, lalu bergegas ke kamar mandi, ambil air wudlu lalu ke mushola atau masjid terdekat. Kalau dulu kita suka marah-marah dengan bawahan kita, mari sekarang kita lebih sabar terhadap bawahan. Kalau dulu kita suka menunda-nunda pekerjaan, mari sekarang kita lebih rajin menyelesaikan pekerjaan. Adapun proses berikutnya bahwa Allah akan memberikan rizki yang lebih banyak dan
Hati Yang Selingkuh
Berlari-lari kesana kemari sang Sufi dengan membawa obor dan seember air. Bertanyalah sahabatnya “ Wahai sang sufi kekasih Allah, ada apa yang membuatmu berlari-lari dengan membawa obor dan air ? “ Aku ingin memadamkan neraka, kalau niatku menyembah Allah hanya karena takut neraka. Dan aku akan membakar sorga kalau niatku menyembah Allah hanya karena menginginkan sorga. Aku ingin menyembah Allah hanya karena aku memang cinta kepadaNYA” jawab Sang Sufi sedih. Kawan, itulah Sang Sufi Rabiatul Adawiyah yang sangat mencintai RAbb-nya. CIntanya hanya kepada Allah SWT. Tidak ada ruang sedikitpun di hatinya untuk illah-illah yang lain. Kawan, saat ini mungkin kita sulit menandingi kecintaan Sang Sufi kepada Allah Yang Maha Cinta. Tapi mari kita hisab diri kita, ada berapa ratus illah yang tidak terasa kita munculkan agar kita termotivasi untuk beribadah, bekerja dan beraktivitas lainnya. Mari kita coba membuat statement seperti di bawah ini. Ya Tuhan Kalau aku meyakini Jabatanku ini yang akan memuliakan aku, maka cabutlah jabatan ini Kalau aku meyakini tinggi-rendahnyanya jabatanku ini yang menentukan tinggi rendahnya rizkiku, maka turunkanlah level jabatanku Kalau aku meyakini pencapaian target bisnis ini yang akan menentukan nasibku di masa datang, maka biarlah jeblok performanceku tahun ini Kalau aku meyakini kekayaan, rumah dan mobil
We Are Nothing
Aku harus bisa … ! kalau orang lain bisa, pasti aku juga bisa. Begitu banyak bombardier dalam pengembangan diri yang mengeplorasi kemampuan manusia. Dan sungguh luar biasa potensi manusia. Bermuncullam lah berbagai macam prestasi. Permasalahannya adalah ketika kita sudah bisa. Biasanya diikuti dengan klaim bahwa hasil yang diperoleh adalah karena kebisaan kita. Dan kebisaan kita karena kemampuan diri kita. Kita lupa siapa yang menetapkan kebisaan kita. Kita merasa lebih baik disbanding orang lain dan lalu meremehkan orang lain. Perkembangan ilmu pengetahuan telah sampai pada suatu titik yang sangat jauh. Salah satunya dalam perkembangan ilmu fisika. Setelah sekian lama, alam makro dan mikro ini diamati, diteliti dan dianalisa dengan ilmu fisika yang serba terlihat dan terukur, muncul pengetahuan fisika baru yang mengamati benda-benda fisik apabila dibelah secara terus menerus. Ilmu fisika yang disebut fisika kuantum ini menyebutka bahwa apabila sebuah benda fisik dibelah secara terus menerus sampai sekecil-kecilnya, hingga berukuran di bawah okuran atom, maka yang dijumpai adalah ruang kosong. DI ruang kosong itu tidak ada lagi benda fisik yang terlihat dan yang ada hanyalah energy vibrasi yang bergetar pada gelombang dengan frekuensi tertentu. Demikian juga perjalanan ke dalam diri (inner journey). Semakin dalam kita berjalan ke dalam diri, semakin yakin
Bisnis Tanpa Target (2)
Dalam bahasa hati, pencapaian target bisa dilakukan dengan jalan mendaki atau menurun. Mari kita pilih jalan yang menurun saja, karena jalan mendaki memerlukan energy yang lebih besar dan melelahkan. Semakin tinggi jalan mendaki semakin besar energy yang harus kita keluarkan. Sedangkan jalan menurun hanya memerlukan keahlian untuk mengikuti arus agar tetap seimbang dan tidak tenggelam. Bagaiana caranya membuat target menjadi jalan menurun atau mengikuti arus air yang ke bawah ? Yang pertama kita harus berdamai dengan diri kita yaitu kita menerima diri kita apa adanya dengan kondisi saat ini tanpa syarat. Kondisi yang terjadi adalah kita telah memilih dunia bisnis untuk mencari rizki. Dan di dunia bisnis, target adalah keniscayaan. Jika kita tidak bisa berdamai dengan diri sendiri bahwa kita telah memilih, maka silahkan kita keluar dan mencari bisnis yang tanpa target. Atau kita cari atau kita ciptakan pekerjaan yang tanpa target atau targetnya ringan. Jadi kita menerima dengan sepenuh hati bahwa kita telahmemilih dunia bisnis dan oleh karena itu ikhlas menerima target. Kalau kita dikasih target artinya atasan masih memberikan kepercayaan kepada kita bahwa kita dipandang mampu untuk mencapai target. Ka lau kita merasa tidak mampu mari segera berteriak ke atasan dan atasan segera memindahkan kita ke unit yang
Meluruskan Niat Dalam Bekerja
Berlari-lari ke sana ke mari sang Sufi dengan membawa obor dan seember air. Bertanyalah sahabatnya “ Wahai sang sufi kekasih Allah, ada apa yang membuatmu berlari-lari dengan membawa obor dan air ? “ Aku ingin memadamkan neraka, kalau niatku menyembah Allah hanya karena takut neraka. Dan aku akan membakar sorga kalau niatku mencintai Allah hanya karena menginginkan sorga” Kawan, itulah Sang Sufi Rabiatul Adawiyah yang sangat mencintai Rabb-nya. Untuk memelihara kesucian cintanya, dia tidak ingin ada illah-illah lain selain Allah SWT. , Kawan mari kita hisab diri kita, ada berapa ratus illah yang harus kita munculkan agar kita termotivasi untuk beribadah, bekerja dan lain-lainnnya. Mari kita coba membuat statement seperti di bawah ini. Beranikah kita mengucapkan dan menyakininya dan menerima resikonya ? Ya Tuhan Kalau aku meyakini Jabatanku ini yang akan memuliakan aku, maka cabutlah jabatan ini Kalau aku meyakini tinggi-rendahnyanya jabatanku ini yang menentukan tinggi rendahnya rizkiku, maka turunkanlah level jabatanku Kalau aku meyakini pencapaian target ini yang akan menentukan nasibku di masa datang, maka biarlah jeblok performanceku tahun ini. Kalau aku meyakini mobil dinasku ini yang memuliakan kedudukanku, maka enyahkanlah mobil dinasku Ya Allah teguhkanlah niatku agar aku yakin bahwa untuk memberikan rizki padaku Engkau tidak memerlukan jabatanku,
Hati Santun Yang Cekatan
Subhanallah, begitu luar biasa Allah menciptakan hati manusia yang mempunyai sifat yang tidak tetap. Kadang senang kadang susah. Kadang bersemangat kadang malas. Kadang takut kadang penuh harap. Bahkan kadang kufur kadang beriman. Inilah sifat hati. Allah yang membolak-balikkan hati kita. Allah yang memberikan ilham kefujuran/kekufuran dan ketaqwaan. Allah menyajikan kepada kita pilihan-pilihan ilham kefujuran dan ketaqwaan. Manusia yang mampu secara isitqomah memilih ilham ketaqwaan, akan lulus ujian kehidupan dan berhak mendapatkan balasan dari Allah berupa kehidupan surga. Dan sebaliknya bagi yang bergelimang pilihan kefujuran juga akan mendapatkan balasan yang setimpal di neraka. Namun demikian, walaupun Allah mengilhamkan kefujuran dan ketaqwaan, tapi Allah menyukai hamba-hambaNYA yang memilih ketaqwaan. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan. Allah menykaui orang-orang yang sabar. Allah menykaui hamba-hambaNYA yang selalu dalam ketaatan. Tapi Allah tidak menyukai hamba-hambaNYA yang memilih kefujuran antara lain kesombongan, ingkar nikmat, berlebih-lebihan dan yang mensekutukan keberadaan Allah SWT. Dalam memilih antara pilihan kekufuran dan ketaqwaan, dengan Maha KasihNYA, Allah tidak membiarkan hambaNYA bingung menentukan pilihannya. Walaupun di dalam hati kita ada pilihan kekufuran dan ketaqwaan, Allah akan membimbing dan memberikan petunjuk pilihan ketaqwaan. Caranya ? Dengan membersihkan hati dari penyakit-penyakit hati seperti sombong, takabur, ‘ujub dan lainnya. Pilihan ilham kefujuran dihiasi oleh berbagai


