Suka Suka Allah bagi Rizki, Ko Lu Yang sewot
Suka Suka Allah bagi Rizki, Ko Lu Yang sewot
Inilah salah satu sikap yang menyebabkan kita tidak bisa menjadi orang yang berlimpah rizkinya. Karena dalam urusan kewenangan membagi rizki, kita ternyata orang yang paling suka memprotes kebijakan Allah SWT. Padahal urusan bag...
Hidup Itu Sederhana
Hidup Itu Sederhana
Hidup itu sederhana. Sesederhana air mengalir., yang mengikuti gaya gravitasi bumi, yang mengikuti suara dan alualam irama alam semesta. Air tidak pernah meminta persyaratan yang rumit untuk mengalir. Air hanya meminta satu syara...

Hati Mengalir Mengikuti Proses

Tuhan menilai manusia dari proses dan bukan atas hasil yang diperoleh.  Dalam menjalani sebuah proses manusia akan memilih alternative-alternatif sikap yang ada. Life is just a matter of choice. Pilihan pilihan sikap inilah nantinya yang akan dinilai. Satu-satunya doa dalam ummul kitab surat Al Fatihah adalah ihdinashshiroothol mustaqiim, tunjukkilah kami jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat dan bukan jalannya orang-orang yang sesat dan engkau murkai. Hal ini menunjukkan bahwa perjalanan hidup manusia akan dipenuhi oleh pilihan-pilihan berupa jalan lurus dan jalan yang bengkok. Manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas sikap yang dipilihnya dalam merespon setiap kejadian.

Oleh karena itu Allah merahasiakan hasil (rizki) dari sebuah proses yang sedang dijalani manusia.  Kalau hasil dari sebuah proses sudah diketahui dulu, maka tidak akan muncul sikap-sikap terbaik dari manusia sehingga tidak  dapat dipilih siapa yang lulus dan berhak menghuni dan mendapatkan hadiah surga dan siapa yang harus mencebur ke neraka. Sebagai contoh misalnya sebuah pertandingan sepak bola, kalau hasil akhirnya sudah diketahui duluan maka baik pemenang maupun yang kalah pasti tidak akan memberikan prestasi yang terbaiknya. Bagi yang sudah tahu divonis kalah pasti mengatakan “ buat apa saya capek-capek ngejar bola, lari kesana kemari kalau toh hasil akhirnya tim saya kalah ?”. Bagi yang sudah divonis menang pun juga tidak akan memberikan performance yang terbaik. Dia akan mengatakan “ ngapain juga saya musti susah payah bertanding, toh dengan main seenaknya pun tim saya sudah dipastikan menang”. Pemain sepak bola sekaliber ronaldo atau maradona dipilih menjadi pemain terbaik dari aksi-aksi mereka di lapangan .

Jadi sebuah pertandingan yang sudah diketahui hasilnya sebelum pertandingan itu sendiri dijalankan menjadikan pertandingan itu tidak seru. Para pemainnya tidak akan menampilkan penampilannya yang terbaik.

Bedanya pertandingan yang diselenggarakan oleh manusia pemenangnya ditentukan oleh hasil sedangkan pertandingan yang diselenggarakan oleh Allah hasilnya ditentukan oleh proses pertandingan itu sendiri. Baik yang mendapat materi sedikit atau banyak sama-sama bisa menjadi pemenang.  Baik yang menjadi bawahan atau atasan juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk menang.  Yang mempunyai wajah yang tampan atau yang kurang tampan sama juga bisa menjadi pemenang.  Betapa adilnya Tuhan, memberikan kesempatan yang sama kepada semua mahluknya untuk menjadi pemenang sebagai penghuni sorga.

Seseorang yang bersedekah tidak dinilai dari seberapa besar harta yang disedekahkan, tapi seberapa ikhlas hatinya bersedekah, seberapa sopan dalam proses pemberian. Seorang yang menjalankan sholat bukan dinilai dari seberapa banyak sholat yang dia jalankan, tapi seberapa khusyuk dia menjalankan sholatnya. Seorang ulama yang mengajarkan ilmunya kepada santrinya, bukan dinilai dari seberapa banyak santrinya, tapi seberapa ikhlas dia memberikan ilmunya. Seorang CEO sebuah perusahaan bisnis tidak dinilai dari berapa besar asset dan laba perusahaannya, tapi seberapa besar kehadiran dirinya memberikan manfaat bagi orang lain baik lingkungan pekerja perusahaan, para pelanggan produknya dan masyarakat di sekitarnya. Seberapa besar kehadiran dirinya dan perusahaannya mampu mengangkat harkat dan kemuliaan manusia dan bukan produk atau jasanya malah menghancurkan harkat dan menistakan manusia.

Tuhan tidak menilai manusia dari hasil yang manusia peroleh karena hasil setiap proses yang dijalankan manusia yang menetapkan adalah Tuhan sendiri. Jadi tidak fair kalau Tuhan menilai keputusannya sendiri dan balasannya harus ditanggung oleh manusia.  Nabi kita mengatakan bahwa seorang muslim itu sesungguhnya dalam kondisi yang diuntungkan, kala dia mendapat musibah apabila bersabar dia mendapat pahala, apablia mendapat nikmat dan dia bersyukur dia juga mendapat pahala.

Jadi mari kita berproses dengan hati yang mengalir. Ikhlas, syukur, khusyu’, ridlo, tawakkal, sabar dan  prasangka baik adalah jenis-jenis utama gaya mengalirnya hati yang nantinya akan dinilai Allah SWT.  Wallahu’alam bishshowab.

About The Author

Nurfi Majidi

1 Comment

  1. Nurfi Majidi December 20, 2010 at 9:12 am #
    Nuwun pak, masih taraf belajar

Leave a Reply