Dalam bahasa hati, pencapaian target bisa dilakukan dengan jalan mendaki atau menurun. Mari kita pilih jalan yang menurun saja, karena jalan mendaki memerlukan energy yang lebih besar dan melelahkan. Semakin tinggi jalan mendaki semakin besar energy yang harus kita keluarkan. Sedangkan jalan menurun hanya memerlukan keahlian untuk mengikuti arus agar tetap seimbang dan tidak tenggelam. Bagaiana caranya membuat target menjadi jalan menurun atau mengikuti arus air yang ke bawah ? Yang pertama kita harus berdamai dengan diri kita yaitu kita menerima diri kita apa adanya dengan kondisi saat ini tanpa syarat. Kondisi yang terjadi adalah kita telah memilih dunia bisnis untuk mencari rizki. Dan di dunia bisnis, target adalah keniscayaan. Jika kita tidak bisa berdamai dengan diri sendiri bahwa kita telah memilih, maka silahkan kita keluar dan mencari bisnis yang tanpa target. Atau kita cari atau kita ciptakan pekerjaan yang tanpa target atau targetnya ringan. Jadi kita menerima dengan sepenuh hati bahwa kita telahmemilih dunia bisnis dan oleh karena itu ikhlas menerima target. Kalau kita dikasih target artinya atasan masih memberikan kepercayaan kepada kita bahwa kita dipandang mampu untuk mencapai target. Ka lau kita merasa tidak mampu mari segera berteriak ke atasan dan atasan segera memindahkan kita ke unit yang tidak ada target.
Target angka bukan tujuan akhir dalam kita bekerja. Target angka resultante dari sekumpulan pilihan-pilihan hidup kita. Pilihan dari kedisiplinan, ketulusan, motivasi, keikhlasan selama bekerja. Mari ita maknai target yang ingin kita capai adalah target yang lebih tinggi yaitu mengikuti sabda nabi SAW bahwa manusia yang beruntung adalah yang hari esok lebih baik dari pada hari ini. Apa yang lebih baik ? Kita ikuti lagi sabda nabi bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Jadi akalu hari ini kita bisa memberikan manfaat yang lebih baik lagi kepada orang lain itulah target kita. Target itu membuat kita bergairan dan dinamis.
Target angka seringkali kita kait-kaitkan dengan seberapa rizki akan kita terima. Kalau target tidak tercapai artinya performance kita tidak bagus. Akibatnya posisi bisa tergeser dan mungkin penghasilan bisa menurun. Paling tidak kebanggaan diri kita akan ikut menurun. Itulah logika akal kita. Alur inilah yang membawa hati menjadi khawatir dengan target angka yang tidak tercapai. Kita menjadi ragu dengan kekuasaan Allah SWT. Kita lupa kalau pembagian rizki adalah wilayah kekuasaan Allah. Kalau kita tidak bisa mencapai target kita menyangka Allah kehabisan ide untuk mencurahkan rizki kepada kita.
Bisnis tanpa target maksudnya adalah bisnis tanpa target yang menyeret diri kita menjadi hamba pengabdi target angka. Manusia yang mudah frustasi dan putus asa saat target tidak tercapai dan berfoya-foya saat targetnya tercapai. Sulit memang bisnis tanpa target angka (laba). Paling tidak di dalam hati kita, janganlah menjadi hamba target laba.
Karakter bisnis yang selalu mencari keuntungan telah melunturkan bahkan mengesampingkan nilai-nilai social. Kesibukan memburu keuntungan dengan perhitungan-perhitungan matematis jangka pendek, telah menafikan secara langsung pertumbuhan jangka panjang dan kemungkinan perolehan keuntungan dari tempat yang tidak diduga-duga.


