Berlari-lari kesana kemari sang Sufi dengan membawa obor dan seember air. Bertanyalah sahabatnya “ Wahai sang sufi kekasih Allah, ada apa yang membuatmu berlari-lari dengan membawa obor dan air ? “ Aku ingin memadamkan neraka, kalau niatku menyembah Allah hanya karena takut neraka. Dan aku akan membakar sorga kalau niatku menyembah Allah hanya karena menginginkan sorga. Aku ingin menyembah Allah hanya karena aku memang cinta kepadaNYA” jawab Sang Sufi sedih.
Kawan, itulah Sang Sufi Rabiatul Adawiyah yang sangat mencintai RAbb-nya. CIntanya hanya kepada Allah SWT. Tidak ada ruang sedikitpun di hatinya untuk illah-illah yang lain.
Kawan, saat ini mungkin kita sulit menandingi kecintaan Sang Sufi kepada Allah Yang Maha Cinta. Tapi mari kita hisab diri kita, ada berapa ratus illah yang tidak terasa kita munculkan agar kita termotivasi untuk beribadah, bekerja dan beraktivitas lainnya. Mari kita coba membuat statement seperti di bawah ini.
Ya Tuhan
- Kalau aku meyakini Jabatanku ini yang akan memuliakan aku, maka cabutlah jabatan ini
- Kalau aku meyakini tinggi-rendahnyanya jabatanku ini yang menentukan tinggi rendahnya rizkiku, maka turunkanlah level jabatanku
- Kalau aku meyakini pencapaian target bisnis ini yang akan menentukan nasibku di masa datang, maka biarlah jeblok performanceku tahun ini
- Kalau aku meyakini kekayaan, rumah dan mobil ini yang memuliakan kedudukanku, maka enyahkanlah semuanya.
Kawan, beranikah kita membaiat diri dengan pernyataan di atas. Kalau masih ada keraguan di hati, barangkali memang benar, masih banyak illah-illah lain yang bersemanyam di hati. Kita telah berselingkuh dengan tuhan-tuhan yang lain. Mari perlahan kita usir tuhan-tuhan itu, agar Allah SWT kekasih kita tidak cemburu bahkan murka kepada kita.
Mari kita bermunajat dan berserah diri kepada Allah SWT :
- Ya Allah ketika aku meyakini tingginya perncapaian targetku yang akan memuliakan diriku dan menambah rizkiku, maka hari-hariku kan dipenuhi dengan doa agar cabang lain mendapat musibah dan rendah pencapaian targetnya. Hatiku sirik dan dengki dengan cabang yang tinggi performancenya. Dan aku bergembira kala ada orang lain yang rendah kuantitas dan kualitas performancenya. Aku berdoa agar orang lain bernasib buruk. Naudzubillahi min dzalik. Hidupku menjadi sibuk menghitung angka pencapaian target. Perasaanku menjadi terombang-ambing oleh angka-angka target. Sampai aku lupa untuk mensyukuri apa yang telah Engkau berikan kepadaku.
- Ya Allah teguhkanlah niatku agar aku yakin bahwa untuk memberikan rizki padaku Engkau tidak memerlukan jabatanku, pencapaian targetku, atau apapun fasilitas yang aku terima. Engkau yang melapangkan rizki makhlukMU yang Engkau kehendaki. Engkau pula yang menyempitkan rizki makhlukMU yang Engkau kehendaki. Untuk memberikan rizki kepadaku, tentu Engkau tidak memberikan hujan emas, tapi dengan kuasaMU, Engkau akan memantaskan diriku menerima rizkiMU.
- Ya Allah Dzat Yang Membolak-balikkan hati manusia, aku mohon bimbinganMU agar hati ini khusyuk dan santun di dalam mensikapi setiap kejadian yang telah Engkau tetapkan. Sikap menjadikan aku pantas menerima rizkiMU. SIkap yang menjadikan aku pantas untuk Engkau muliakan. Sikapku adalah cerminan ketaqwaanku dan Engkau memuliakan diriku dengan ketaqwaanku. (nm)


