Suka Suka Allah bagi Rizki, Ko Lu Yang sewot
Suka Suka Allah bagi Rizki, Ko Lu Yang sewot
Inilah salah satu sikap yang menyebabkan kita tidak bisa menjadi orang yang berlimpah rizkinya. Karena dalam urusan kewenangan membagi rizki, kita ternyata orang yang paling suka memprotes kebijakan Allah SWT. Padahal urusan bag...
Hidup Itu Sederhana
Hidup Itu Sederhana
Hidup itu sederhana. Sesederhana air mengalir., yang mengikuti gaya gravitasi bumi, yang mengikuti suara dan alualam irama alam semesta. Air tidak pernah meminta persyaratan yang rumit untuk mengalir. Air hanya meminta satu syara...

SIKAP TERBAIK

Segar rasanya badan diguyur air. Kesuntukan kerja di kantor dan kepenatan akibat macet di perjalanan, langsung sirna setelah diguyur air. Ku lihat istri terkasihku masih sibuk di dapur menyiapkan makan malamku. Anak-anak sudah tidur semua. Istriku memang luar biasa. Kami sepakat sejak 6 bulan yang lalu tidak lagi memakai pembantu full day dan tinggal serumah. Pembantu hanya datang di pagi hari, bersih-bersih rumah, cuci setrika dan setelah itu pulang. Siang sore hingga malem, dipegang sendiri oleh istri. Mengasuh 3 anak-anak ku yang masih kecil-kecil bukan hal yang mudah. Apalagi kami berdua sama-sama merantau ke Jakarta. Keluarga dekat yang bisa dimintai tolong momong anak tidak ada. Jadi semua ditangani sendiri.

16 jam sudah aku menjalani hidup ini sejak bangun pagi jam 04.30. Terima kasih ya Allah, selama 16 jam ini Engkau memberikan kepadaku peran-peran kehidupan dan Engkau ijinkan aku melakoninya dengan baik.  Pagi hari engkau ijinkan aku bisa bangun lagi. Banyak saudaraku di tempat lain setelah tidur tidak sempat bangun lagi karena tiba-tiba rumahnya roboh di landa gempa bumi. Alhamdulillah rumahku juga masih utuh tidak kemasukan maling semalem atau tidak kebakar. Banyak saudaraku di tempat lain yang rumahnya dimasuki maling atau terbakar tanpa sisa atau tiba-tiba air banjir masuk ke rumah. Alhamdulillah badanku masih sehat dan bisa bangun pagi karena di tempat lain banyak saudaraku tidak bisa bangun pagi karena sakit dan terbaring di tempat tidur.  Alhamdulillah air segar bisa mengguyur tubuhku saat mandi. Di tempat lain, untuk memasak saja sulit mendapatkan air.  Dan yang lebih penting lagi aku bangun dalam keadaaan bersyukur. Banyak saudara-saudaraku yang begitu bangun pagi langsung pusing membayangkan keruwetan kerjaan di kantor. Ada lagi yang bangun pagi langsung ngedumel dan marah-marah hanya karena belum tersedia kopi hangat di meja. Ada lagi saudaraku yang begitu bangun pagi tidak sempat mensyukuri nikmatMU. Baginya waktu adalah uang. Oleh karena itu dia manfaatkan setiap detik waktu untuk merencanakan dan mencari uang. Sibuk sekali dia. Bangun pagi langsung membuka catatan-catatan keuangan hasil penjualan kemaren. Buru-buru dia  mandi,  sarapan dibawa untuk di makan di dalam mobil,  langsung cabut ke tempat kerja. Seolah takut hari itu tidak kebagian uang.

Hari ini ada beberapa agenda pertemuan dan tugas-tugas yang aku selesaikan. Kadang memang hinggap rasa capek menjalani peran sebagai karyawan. Tapi Alhamdulillah hari ini banyak pekerjaan, ini artinya aku masih bekerja dan masih dipercaya atasanku di kantor. Kalau pagi ini tidak ada pekerjaan sama sekali, artinya mungkin aku sudah tidak bekerja atau bos ku sudah tidak percaya lagi dengan kemampuanku.

Ya Allah, ada beberapa segmen cerita hari ini yang aku tidak ikhlas menjalaninya. Yaitu saat perkiraanku meleset soal penjualan barang yang harusnya bisa dilaksanakan bulan ini. Ini karena ada anak buahku yang mendapatkan tugas menyelesaikan akad perjanjiaannya sakit sehingga tidak masuk kerja. AKibatnya perjanjian tidak jadi diteken dan membuat penjual tertunda bulan depan.  Karena penjualan yang gagal ini cukup besar, maka menyebabkan target penjualan bulan ini tidak tercapai. Sempat aku ngedumel soal ini ya Allah. Kebayang manajemen akan menegurku karena target bulan ini tidak tercapai. Kebayang insentifku akan dipotong dan kebayang posisiku akan diganti orang lain. Maafkan aku ya Allah. Kalau ada anak buahku sakit, itu kehendakMU. Kalau target bulan ini tidak tercapai juga kehendakMU dan kalau aku harus dimutasikan pun juga atas ijinMU. Jadi kalau aku ngedumel menjalani peran ini, artinya aku memprotes scenario pentas kehidupan yang engkau tetapkan. Untung Engkau tidak berkata “ ya kalau tidak suka menjalankan skenarioku ya silahkan cari Tuhan lain yang bisa membuat scenario kehidupan !” Lalu tuhan yang mana lagi yang harus aku cari ?

Tuhan, kalau Engkau saat ini memberikan peran kepadaku menjadi orang sukses, bimbing aku agar jangan kebablasan mengaku-ngaku bahwa sukses ini karena usahaku. Aku lupa bahwa peran ini pemberianMU. Aku lupa bahwa sukses ini karuniaMU. Aku sombong dan tinggi hati serta memandang remeh orang lain. Ah diri ini memang mudah hanyut oleh kesuksesan, tak tahan mengaku-ngaku menjadi juara dan lupa padaMU.  

                Memang akhirnya persoalan hidup itu bukan pada kejadian di luar kita. Persoalan hidup adalah bagaimana kita mensikapi setiap kejadian. Artinya persoalan hiudp itu ada di dalam hati kita. Mau sukses atau gagal, kaya atau miskin. Sehat atau sakit, semuanya, kita mempunyai hak untuk memilih sikap kita.  Kejadian yang sama bisa kita warnai dengan sikap yang berbeda. Kejadian yang sama bisa kita menjadikan kita bahagia atau tidak bahagia, tergantung pilihan sikap kita.

Ingin rasanya, dalam kondisi apa pun, hati ini tetap dapat membebaskan diri dari kejadian yang menyakitkan menurut ukuran kita. Ingin rasanya menikmati kehidupan dgn langkah ringan, apa pun yang terjadi. Mungkin hanya dengan mengosongkan diri, hidup ini menjadi begitu indah. Ya pasti indah sekali, karena kita telah berhasil mengosongkan hati kita dri ego, keinginan nafsu dan kita isi dengan cahaya Allah yang penuh dengan Maha Kasih dan Maha Sayang. Allah juga Maha Kaya dan Maha Berkehendak serta Maha Kuasa untuk menjalankan kehendakNYA. (Nurfi Majid)

About The Author

Nurfi Majidi

Leave a Reply