Inilah salah satu sikap yang menyebabkan kita tidak bisa menjadi orang yang berlimpah rizkinya. Karena dalam urusan kewenangan membagi rizki, kita ternyata orang yang paling suka memprotes kebijakan Allah SWT. Padahal urusan bagi-bagi rizki ini adalah hak prerogatifNYA. Makanya Allah tidak mau member rizki yang lebih kepada kita karena kita suka menginterupsi kekuasanNYA.
Ya memang, kita tidak berteriak-teriak mendemo kewenangan Allah. Tapi mari kita selami hati kita lebih dalam. Ketika ada temen kita yang naik jabatan, apa yang pertama kali tersirat di dalam hati. Ada rasa iri bahkan dengki atas nikmat yang diperoleh temen kita tadi. Sekali lagi, memang ini tidak terucap tapi terbersit dengan sangat halus di hati kita. Ketika ada tetangga beli mobil baru, sekali lagi, selami hati yang paling dalam, lalu rasakan adanya rasa iri bahkan dengki atau dongkol atas nikmat yang diperoleh tetangga tadi.
Rasa iri dan dengki tadi kita tujukan kepada orang yang memperoleh nikmat. Tapi pada hakekatnya kita sama saja memprotes kepada Yang Maha Memberi nikmat yaitu Allah SWT. Kita tidak setuju kebijakan pemberian rizki tadi kepada orang lain, kita ingin Allah SWT memberikan rizki kepada kita.
Allah SWT tentu tidak suka dengan hambaNYA yang model beginian. Belum dikasih nikmat saja sudah protes, apa lagi kalau sudah diberi nikmat. Pasti nanti juga protes, kurang lah, terlalu kecil, kok yang diberi ini bukan yang itu dan sebagainya.
Marilah kita berhenti jadi tukan protes terhadap kebijakan pemberian rizki oleh Allah SWT. Dia sangat tahu dengan apa yang kita perlukan tidak perlu diatur dan diajari.


