Bisnis tanpa target ? Bisnis apa itu ? Memang ada ? Lha wong bisnis narkoba saja ada target … Masak bisnis yg halal tanpa target. Target telah menjadi nyawa dalam bisnis. Bisnis tanpa target ibarat bepergian tanpa tujuan. Perjalanan menjadi tidak menarik, tidak bersemangat dan tidak focus. Bahkan dalam satu kendaraan, bisa jadi penumpang yang satu ingin ke utara sedangkan penumpang yang lain ingin ke selatan. Target menjadi pendorong pelaku bisnis untuk bergerak. Semua penumpang sepakat untuk bergerak mencapai target. Target telah menjadi darah yang membasahi setiap aktivitas bisnis. Tanpa target, bisnis menjadi loyo dan tidak bergairah. Namun di sisi lain target bisnis telah juga menjelma menjadi monster yang menakutkan dari pada menyenangkan. Bahkan dalam kondisi tertentu target bisnis telah menjelma menjadi tuhan yang mengalahkan kekuasaan Tuhan Semesta Alam.
Syiar dengan Hati yang Santun
Hati yang santun adalah hati yang tahu diri. Hati yang memahami dan menyadari betapa kecil dirinya di hadapan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Sikap hati yang santun tercermin di dalam pergaulan sehari-hari dengan sesama manusia. Hati yang santun tidak pernah meremehkan manusia yang lain. Kesantunannya yang ikhlas disukai oleh hati manusia yang lain. Kehadirannya menyejukkan dan menentramkan. Dan sebaliknya adalah hati yang tidak santun yaitu hati yang merasa sok tahu, sok takabur, sok juara, sok paling berjasa, sok paling alim, sok paling disayang Tuhan, sok paling pandai, sok paling paling top, sok paling tahu, sok merasa selamat dari siksa neraka, sok paling berhak masuk sorga, sok bangga diri, sok merasa aman dan nyaman, sok kuasa, sok merasa bisa dan banyak lagi perilaku hati yang tidak santun. Hati yang tidak santun tidak merasa bahwa dibalik semua kesuksesannya ada tangan kuat yang menghendakinya. Hati yang seperti ini hanya akan terombang-ambing oleh kenyataan di luar dirinya. JIka apa yang diinginkan berhasil, hobinya ngaku-ngaku bahwa kalau bukan karena dia, keberhasilan itu tidak ada. Tapi kalau apa yang diinginkannya tidak berhasil, dia merasa hari sudah kiamat, sedih tidak ketulungan, stress. Dia gusar jika temannya yang berhasil, dia minder jika yang lain lebih berhasil, dia merasa
Mengalirkan Hati Korporasi Syariah
SSebagai sebuah institusi bisnis, sebuah korporasi juga mempunyai hati. Disebutnya dalam berbagai tingkatan. Ada value yang diyakini, ada visi dan misi. Ketiga hal inilah yang menyusun hati sebuah korporasi. Seperti juga hati manusia, sifat baik dan buruk sebuah korporasi ditentukan oleh value yang diyakini serta visi dan misi yang ditetapkan. Korporasi yang dibangun oleh para kapitalis mempunyai satu tujuan hidupnya yaitu profit. Seluruh keyakinan, visi dan misinya diabdikan untuk menyembah berhala yang bernama profit. Semua aktivitasnya didayagunakan untuk mengumpulkan profit yang sebesar-besarnya. Semakin besar profit yangdiraup, semakin tinggi nilai sahamnya. Dan begitu getolnya mengejar profit sampailah pada satu perilaku ; tujuan menghalalkan cara. Cara apapun ditempuh, yang penting profit tercapai. Di dalam memberikan pelayanan kepada customernya, profit menjadi orientasinya. Sungguh kejam manusia karena telah membagi-bagi kelas manusia berdasarkan hasil dan memberikan perlakuan yang berbeda . Manusia membedakan pelayanan kepada si kaya dari si miskin. Memberikan pelayanan yang berbeda antara pejabat dan rakyat biasa. Di dunia bisnis, para pelaku pemburu profit membuat kelas-kelas konsumen dan memberikan pelayanan yang berbeda. Kelas yang mempunyai duit banyak mendapatkan pelayanan yang lebih dari yang mempunyai duit sedikit. Kelas yang menduduki jabatan yang lebih tinggi mendapatkan pelayanan yang lebih istimewa dibanding yang jabatannya rendah. Ujung-ujungnya satu,
Hati Mengalir Mengikuti Proses
Tuhan menilai manusia dari proses dan bukan atas hasil yang diperoleh. Dalam menjalani sebuah proses manusia akan memilih alternative-alternatif sikap yang ada. Life is just a matter of choice. Pilihan pilihan sikap inilah nantinya yang akan dinilai. Satu-satunya doa dalam ummul kitab surat Al Fatihah adalah ihdinashshiroothol mustaqiim, tunjukkilah kami jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat dan bukan jalannya orang-orang yang sesat dan engkau murkai. Hal ini menunjukkan bahwa perjalanan hidup manusia akan dipenuhi oleh pilihan-pilihan berupa jalan lurus dan jalan yang bengkok. Manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas sikap yang dipilihnya dalam merespon setiap kejadian. Oleh karena itu Allah merahasiakan hasil (rizki) dari sebuah proses yang sedang dijalani manusia. Kalau hasil dari sebuah proses sudah diketahui dulu, maka tidak akan muncul sikap-sikap terbaik dari manusia sehingga tidak dapat dipilih siapa yang lulus dan berhak menghuni dan mendapatkan hadiah surga dan siapa yang harus mencebur ke neraka. Sebagai contoh misalnya sebuah pertandingan sepak bola, kalau hasil akhirnya sudah diketahui duluan maka baik pemenang maupun yang kalah pasti tidak akan memberikan prestasi yang terbaiknya. Bagi yang sudah tahu divonis kalah pasti mengatakan “ buat apa saya capek-capek ngejar bola, lari kesana kemari kalau toh hasil akhirnya tim
Hati yang terampil mengalir
Tuhan telah memilih apa yang akan kita alami, kita tinggal memilih bagaimana kita akan melaluinya (John C. Maxwell) Sebuah ungkapan dari pakar leadership , John C. Maxwell. Sebuah ungkapan yang mencerminkan sikap hati yang mengalir atas setiap kejadian. Tuhanlah yang memilih apa yang terjadi. Dan tugas kita adalah mensikapi setiap kejadian dengan sikap terbaik. Yang sering kita lakukan saat ini adalah kita berupaya keras untuk memilih apa yang akan terjadi. Sampai kita lupa bahwa kita sudah memasuki wilayah Tuhan. Lalu kita marah-marah jika yang kita inginkan tidak terjadi. Di dalam keyakinan islam, ada ketentuan yang sudah dicatat di Laughmaghfudz yang harus kita yakini. Apapun yang akan kita alami, Nabi Muhammad SAW mengajarkan ” Sikap terbaik seorang muslim adalah ketika mendapat nikmat bersyukur dan ketika mendapat musibah bersabar”. So … mari kita asah hati ini untuk terampil mengalir baik di kala senang atau susah.
Agar Hati Bisa Mengalir
Hati akan mengalir jika kita bisa membersihkan selokan kehidupan dari sampah-sampah penyakit hati yang menyumbat hati yang mengalir. Hati yang santun, tunduk, damai dengan setiap kejadian selalu “merendah” sehingga hidup terasa mengalir dan begitu ringan. Nafsu serakah, nafsu iri, dengki adalah penyumbat utama aliran hati. Hidup menjadi terasa “naik”. Perjalanan naik memerlukan tenaga lebih, dan akhirnya kita merasa capek menjalani kehidupan. Mari kita siapkan selokan-selokan kehidupan yang bersih tanpa gumpalan-gumpalan sampah yang menyumbat aliran hati. Kita siapkan parit kehidupan yang mengarah kepada kehidupan yang lebih membahagiakan. Hati yang mengalir tidak akan membiarkan arah alirannya menuju comberan. Allah berfirman di dalam surat asysyam yang menyatakan bahwa Allah mengilhamkan kefujuran/kefasikan dan ketaqwaan . Maka berbahagialah orang-orang yang membersihkan jiwanya karena Allah akan mengilhamkan ketaqwaan di hati yang bersih dan suci. Hati yang mengalir akan mendapat bimbingan ilham ketaqwaan langsung dari Allah SWT. Dan celakalah orang-orang yang mengotori jiwanya karena hati yang kotor hanya akan dialiri oleh ilham kekufuran. Hati yang sudah kita bersihkan dan kita sucikan dari gumpalan-gunpalan penyumbat aliran kehidupan, akan langsung dibimbing oleh Allah SWT dengan memberikan ilham ketaqwaan. Jadi tidak mungkin hati yang sudah suci dan bersih dari sumbatan-sumbatan kehidu[an mengalir menuju comberan. Hati yang mengalir menuju comberan adalah
Sikap Hidup Yang Mengalir
Pergulatan pemikiran kaum jabariyah vs Qodariyah tidak hanya berlangsung pada masa awal islam. Sampai saat ini pun “turunan” dari pemikiran mengenai takdir, peran Tuhan dan peran manusia pada setiap kejadian masih terus mewarnai dinamika kehidupan manusia. Diskusi-diskusi tiada henti mengenai seberapa besar peran Tuhan dan manusia dalam menentukan takdir seseorang, bahkan diskusi lainnya tentang apakah takdir itu bisa dirubah atau tidak. Masing-masing pendapat menafsirkan ayat-ayat suci dalam Alqur’an, sunnah dan hadist nabi, pendapat para ulama serta penggunakan logika akal. Hidup yang mengalir, menjadi salah satu falsafah dalam menjalani kehidupan yang banyak dianut oleh masyarakat. Mereka menemukan kebahagiaan dengan memaknai dan menjalani kehidupan dengan mengalir saja. Apapun yang terjadi diterima saja tanpa reserve. Pendapat tentang hidup yang mengalir mendapat tentangan yang kuat dari para penganut paham bahwa hidup tidak bisa dijalani dengan cara mengalir saja. Bagi mereka, hidup yang mengalir adalah pelarian golongan yang kalah dalam kompetisi kehidupan bahkan tempatnya para pemalas. Hidup yang mengalir diidentikan dengan hidup yang pasrah tanpa upaya apapun. Mereka mencontohkan, kalau air kehidupan yang diikuti itu adalah air kotor, maka jatuhnya pasti akan bermuara di comberan. Betapa menjijikkan bagi para penganut hidup yang mengalir jika membiarkan dirinya masuk ke dalam comberan. Mengikuti arus air yang mengalir
Hello world!
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!


