Suka Suka Allah bagi Rizki, Ko Lu Yang sewot
Suka Suka Allah bagi Rizki, Ko Lu Yang sewot
Inilah salah satu sikap yang menyebabkan kita tidak bisa menjadi orang yang berlimpah rizkinya. Karena dalam urusan kewenangan membagi rizki, kita ternyata orang yang paling suka memprotes kebijakan Allah SWT. Padahal urusan bag...
Hidup Itu Sederhana
Hidup Itu Sederhana
Hidup itu sederhana. Sesederhana air mengalir., yang mengikuti gaya gravitasi bumi, yang mengikuti suara dan alualam irama alam semesta. Air tidak pernah meminta persyaratan yang rumit untuk mengalir. Air hanya meminta satu syara...

Kudeta Yang Salah

Kudeta sering dikaitkan dengan pengambilalihan kekuasaan suatu pemerintahan yang sah. Kudeta dilakukan dengan berbagai macam alasan. Ada karena desakan rakyat yang menilai pemimpin negaranya sudah dzalim, tidak legitimated atau dianggap tidak mampu memimpin rakyatnya. Ada juga karena nafsu berkuasa sebagian elit yang kebelet pingin segera berkuasa dan tidak tahan menunggu pemilu.  Ada juga yang kombinasi diantara keduanya.

Kudeta negara mungkin tidak sering atau jarang terjadi. Namun ada kudeta yang terjadi setiap saat tanpa kita sadari. Yaitu kudeta terhadap wilayah kekuasaan Allah SWT.  Kudeta ini tidak gegap gempita dan heroik. Kudeta ini terjadi di dalam hati kita masing-masing.

Kalau ada yang menyebutkan bahwa manusia mempunyai peran 99 % terhadap hasil suatu usaha sedangkan Allah hanya 1 %. Inilah bentuk kudeta yang sering kita lakukan. Walaupun biasanya selalu kita ikuti pernyataan bahwa walaupun Allah hanya memiliki wilayah kekuasaan sebesar 1 %, tapi dikatakan bahwa Allah mempunyai hak veto. Kalau Allah bilang tidak, maka 99 % usaha manusia yang sudah diambang sukses,bisa gagal. Demikian juga sebaliknya, walalpun usaha manusia yang 99 % kelihatannya gagal, tapi kalau Allah yang hanya memiliki peran 1 % bilang “Ya”, maka terjadilah keberhasilan itu.

Mari kita sedikit berhitung pembagian luas daerah kekuasaan dengan menjawab beberapa pertanyaan inti. Pertama, apakah kita sanggup memastikan apa yang akan terjadi esok hari ? Saya kira tidak ada yang berani menjamin bahwa, misalnya, esok hari kita masih hidup.  Dan Alqur’an pun secara tegas menyatakan bahwa tidak seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi esok hari.  Allah sangat membenci para peramal dan pengikut serta pasien yang mempercayai ramalannya.

Pertanyaan kedua, apakah anda memiliki tubuh anda, nyawa anda, udara yang dihirup, jantung yang terus berdenyut ? Rasanya tidak ada yang berani bilang misalnya, tubuh ini adalah milik kita. Kalau benar itu milik kita, mari kita tantang Allah dan katakan bahwa kita tidak mau menjadi tua. Muda terus.  Bahwa kita tidak akan mati dan hidup terus.  Dari pertanyaan-pertanyaan di atas tidak ada satu pun yang bisa kita kuasai. Jadi bagaimana kita mau mengkudeta kekuasaan Allah sebanyak 99 % kalau kita bisa memastikan kejadian di hari esokMakanya hidup ini terasa begitu berat karena kita merasa harus memastikan bahwa esok hari akan terjadi sesuatu yang seperti kita harapkan. Doktrin 99 % luasnya wilayah kekuasaan kita,  menyebabkan seluruh sistem dan sub sistem kehidupan seolah menjadi wewenang kita yang kita pastikan untuk mengikuti apa rencana kita.  Dan ketika sub sistem tersebut tidak mengikuti apa mau kita, kecewalah kita. Misalnya kita akan mengadakan acara pesermian kantor baru. Seluruh persiapan sudah kita siapkan sedemikian rupa sehingga terbayang lancarnya acara peresmian. Apa yang terjadi tiba-tiba MC yang ditunjukkan sakit perutnya karena semalem makan gorengan dengan cabe yang terlalu pedas.  Acara pun jadi tidak meriah karena MC pengganti tidak bisa membawakan urutan acara dengan baik.  Siapa yang mengatur sehingga MC yang ditunjuk malemnya lapar di jalan dan berkeinginan membeli gorengan. Siapa yang menggerakkan hati MC tsb ketika ingin makan cabe 3 sekaligus ? Siapa yang menghendaki pagi-pagi perutnya melilit ? . Belum lagi masalah catering yang terlambat gara-gara ban mobilnya pecah kena paku di jalan sehingga harus mengganti ban terlebih dahulu. Siapa yang menyuruh sopir menjalankan mobil di jalan yang ada pakunya ? Siapa yang mempertemukan ban mobil dengan paku di jalan padahal lebar jalan lebih dari 10 meter ? Begitu banyak sub-sub-sub sistem kehidupan yang berada di luar kontrol kita.  Mari jangan berharap ratusan bahkan ribuan atau jutaan kejadian yang mengiringi keberhailan atau kegagalan usaha akan mngikuti apa mau kita.  Hidup akan terasa berat. Serahkan saja kepada yang Maha Mengatur seluruh kejadian kehidupan ini, ALlah SWT.  Jadi kalau kita masih mau membawa sendiri 99 % wilayah kekuasaan kita atas keberhasilan sebuah usaha, silahkan saja, dan rasakan betapa beratnya hidup ini.

Mari kudeta kekuasaan ini kita kembalikan kepada yang punya. Jangan kita serakah mengangkangi 99 % keberhasilan usaha kita. Kita kembalikan dengan ikhlas kepada yang Maha Memiliki kehidupan alam raya, Allah SWT.  Biarkan Dia mengaturnya. Dia lebih tahu dari kita bahkan dari apa yang tersirat di dalam hati kita.

Doktrin 99 % juga akan berakibat tidak baik jika usaha kita berhasil.  Karena kita merasa 99 % adalah porsi peran kita, maka yang muncul adalah kesombongan dan keangkuhan. Yah ada yang secara ekplisit mengucapkan kesombongan itu di hadapan orang lain. Tapi sangat banyak yang tidak terucap tapi tersirat di dalam hati, perasaan bangga diri. Seolah kita lah sang penentu kejadian. Kitalah yang hebat. Orang lain mah kecil, bahkan Tuhan pun seolah tidak ada. … (nm)

About The Author

Nurfi Majidi

Leave a Reply