BNI syariah Balikpapan, 28 Maret 2013
Kenapa kita tidak bersegera bergegas mengambil air wudhu dan melakukan sholat setelah mendengar suara panggilan azan ? Bahkan kita merasa terganggu dengan panggilan azan ersebut ?
Barangkali karena ketika sholat kita merasa tidak ketemu siapa siapa. Adegan sholat kita adalah hanya gerakan fisik semata. Tidak ada komunikasi dan dialog dengan Allah. Dari takbirotul Irham hingga salam rasanya hampa tanpa makna selain hanya merasa gugurnya sebuah kewajiban.
Kalau toh kita merasa bertemu dengan Allah, tapi kita tidak merasa bertemu dengan Dzat Yang Maha Kuasa, Dzat Yang Maha Besar. Cing cai aja, kata anak sekarang. Banyak bukti bahwa saat kita sholat kita merasa tidak bertemu dengan Dzat Yang Maha Besar dan Maha Kuasa. Saat panggilan datang kita tidak bergegas memenuhi panggilan itu. Kita hanya menyediakan waktu sisa dan waktu akhir kita untuk bertemu dengan NYA. Kita tidak terlalu berpikir bagaimana penampilan kita saat menghadapNYA. Dengan kaos oblong pun, cukuplah. Dengan rambut acak-acakan tanpa disisir nggak apalah. Dengan baju lengan panjang yang disingsingkan juga OK OK saja. Dengan kas bergambar tengkorak pun kita berani. Dengan sarung atau mukena kumal yang 5 bulan tidak dicuci pun tidak merasa risih menghadap kepadaNYA.
Belum lagi kualitas gerakan dan bacaan sholat kita. Dari kecil hingga dewasa saat ini kita sudah merasa cukup dengan kualitas gerakan dan bacaan sholat. Surat yang dibaca pun sejak 10 tahun yang lalu masih sama yaitu surat yang paling pendek yang bisa kita baca dalam satu tarikan nafas.
Bagaimana dengan makna gerakan dan makna bacaannya ? Ya makin jauh lagi. Nggak ngerti maknanya.
Yah .. Kita benar-benar tidak serius berTuhan kepada Allah SWT … Kita main-main. Sama sekali kita tidak takut kalau Dzat Yang Maha Kuasa nanti marah atau cuek dengan kita. Gimana mau takut lha wong kita nggak merasa menghadap kepada Yang Maha Kuasa dan Maha Besar. Yang kita rasakan kita itu menghadap kepada Dzat yang maha jauh yang tidak ada kaitan apapun dengan aktivitas kita di dunia ini.
Bisa jadi kita marah jika dibilang begitu. Tapi ya sudahlah. Urusan sholat ini wajib ‘ain atau wajib pribadi masing-masing kok. Kita merasa cukup atau belum tanggung jawab kita masing-masing. Tapi kalau nanti di akhirat ternyata nilai sholat kita jeblok di hadangan Allah ya tanggung jawab masing-masing. Jangan menyalahkan orang lain. Wallahua’lam bishshowab.


