Suka Suka Allah bagi Rizki, Ko Lu Yang sewot
Suka Suka Allah bagi Rizki, Ko Lu Yang sewot
Inilah salah satu sikap yang menyebabkan kita tidak bisa menjadi orang yang berlimpah rizkinya. Karena dalam urusan kewenangan membagi rizki, kita ternyata orang yang paling suka memprotes kebijakan Allah SWT. Padahal urusan bag...
Hidup Itu Sederhana
Hidup Itu Sederhana
Hidup itu sederhana. Sesederhana air mengalir., yang mengikuti gaya gravitasi bumi, yang mengikuti suara dan alualam irama alam semesta. Air tidak pernah meminta persyaratan yang rumit untuk mengalir. Air hanya meminta satu syara...

Berkubang rasa khawatir

Maha Suci Engkau yaa Allah .. yg telah menginstall rasa khawatir dalam diri kami.  Maha Suci Engkau dari kesalahan dalam mencipta makhlukMU ini. Kami yakin .. PASTI ..ada hikmah dibalik rasa khawatir yg Engkau tanamkan dalam diri kami. Dari situlah keimanan kami diuji. Utk menseleksi dan membuktikan iman kami .. siapa di antara kami yg layak dan pantas mendapatkan rahmatMU untuk menghuni sorgaMU.

Islam adalah agama penyerahan total atas kehendakMU. Lalu Engkau install pula rasa khawatir ini sebagai batu ujian menuju kepasrahan total diri kami kepada kehendakMU. 

Hati kami bergolak .. berontak .. merasakan pertempuran antara rasa khawatir ini dengan keinginan menyerahkan total diri ini atas takdirMU.

Maafkan kami kalau rasa khawatir ini seringkali masih mengalahkan rasa pasrah kami kepada takdirMU. Rasa khawatir ini masih memporakporandakan khusyu’nya sholat kami. Bahkan merusak niat suci kami.  Rasa khawatir ini telah membutakan pikiran kami akan masa depan kami. Kami khawatir dengan rizki kami. Kami khawator dengan masa depan anak-anak kami. Kami mengkhawatirkan  karir dan jabatan kami. Kami khawatir denganturunnya omzet dan rupiah perdagangan kami.

Kami khawatir dengan lepasnya kekuasaan kami. Kami khawatir dengan pudarnya popularitas kami. Kami terpuruk mengkhawatirkan bagian dunia kami.
Namun di sisi lain kami lalai mengkhawatirkan akhirat kami. Kami tenang-tenang saja dengan kekacauan niat dan ibadah kami.
Betapa niat ibadah kami telah terkontaminasi pada stadium akut dengan keinginan untuk mendapatkan decak kagum dan tepuk tangan. . Betapa tangan kami gatal sekali untuk selfie di depan ka’bahMU lalu pasang status di gadget kami.  Betapa mulut kami tidak tahan untuk bercerita tentang sholat sepertiga malam kami, tentang sedekah kami, tentang anak-anak kami yang pandai mengaji.

Pendek kata kami mohon ampun ya Allah .. betapa belepotannya kami memasang hati yg tawakkal sekaligus hati yang berkubang khawatir.
Ya Allah .. inilah kami. Kalau kami berebut .. itu karena kami khawatir tidak kebagian. Padahal sebenarnya kami yakin rizkiMU sangat luas dan berlimpah.

Kalau kami menggenggam kuat dunia ini … itu karena kami khawatir kehilangan yang
menurut anggapan kami itu punya kami. Padahal sebenarnya kami menyakini Engkau tidak pernah salah membagi rizki untuk hamba-hambaMU. Takut tidak kebagian dan takut kehilangan. Itulah kami. Ya kami … yang masih belepotan dan berkubang dengan rasa khawatir akan nikmat dunia.

About The Author

Nurfi Majidi

Leave a Reply