Hati yang mengalir selalu berusaha memperbaiki diri untuk menuju hati yang lebih tawakkal dengan totalitas kepasrahan kepadaNYA. Tidak ada lagi kekhawatiran dan kecemasan menghadapi masa depan. Pun dia tidak terbelenggu dengan masa silamnya. Dengan totalitas kepasrahannya, hati yang mengalir memahami dan meyakini bahwa setiap kejadian di dunia ini terjadi atas kehendakNYA. Bahkan tarikan nafas dan denyut jantungnya pun terjadi atas ijinNYA. Baginya, ibarat naik pesawat, urusan dunia berjalan secara autopilot. Dia yakin seyakin-yakinnya, rizki sudah diatur. Kalau toh dia harus bekerja keras, itu adalah dalam rangka memenuhi perintahNYA. Namun dia sama sekali tidak menisbahkan atau menggantungkan atas hasil yang diperoleh adalah akibat dari kerja kerasnya. Pemahaman teologi seperti inilah motivasi terbesar dia bekerja. Dengan pemahaman tersebut, kerja kerasnya tidak akan kendur, apapun hasilnya. Tidak tergantung apakah ada atau tidak atasan yang mengawasinya. Karena pengawas yang diyakininya adalah pengawas dari semua pengawas, Allah Azza wajalla.
Autopilot dalam segala hal duniawi, baik soal rizki, masa depan bahkan kematian. Yang menjadi fokus kesehariannya adalah mensyukuri atas nikmatNYA dan segera beristighfar atas kesalahan dan dosanya. Hati yang mengalir selalu menyimpan rasa galau dan khawatir kalau ada perkataan, perbuatan, kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya membuat Allah murka. Walaupun di sisi ruang hati yang lain, dia tetap optimis dan berbaik sangka bahwa keridloan Allah meliputi segalanya, sebesarn apapun dosa yang dia lakukan.
Akalnya memang sering berpanjang akal dalam rangka memenuhi keinginannya untuk menyebarkan kebaikan dan amal sholeh. Fisiknya bekerja keras dengan mengerahkan kemampuan terbaiknya. Tapi hatinya sangat pandai memendekkan angan. Bagi hati yang mengalir, ritme hidupnya adalah dari waktu sholat yang satu ke waktu sholat berikutnya. Karena pada saat sholat itulah waktu yang tepat baginya untuk memperteguh dan menegaskan kembali keyakinannya tetntang totalitas kepasrahan kepada Sang Maha Pemberi Rizki. Menjelang tidur dia merenung atas nikmat satu hari kehidupan. Mohon ampun atas segala kesalahan dan mensyukuri atas nikmat yang dilimpahkan kepadanya pada hari itu. Bangun pagi yang terlintas dalam hatinya adalah kesyukuran dan sangkaan-sangkaan baik sepanjang hari ke depan atas curahan nikmat Allah.
Saat hati mengalir bertemu dengan kejadian atau kondisi yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, hatinya tetap autopilot. Hati yang mengalir sangat yakin bahwa apapun yang terjadi, pasti ada hikmahnya. Dan pasti Allah akan memberikan jalan keluar dari arah yang tidak terduga. Wallahua’lam


