Suka Suka Allah bagi Rizki, Ko Lu Yang sewot
Suka Suka Allah bagi Rizki, Ko Lu Yang sewot
Inilah salah satu sikap yang menyebabkan kita tidak bisa menjadi orang yang berlimpah rizkinya. Karena dalam urusan kewenangan membagi rizki, kita ternyata orang yang paling suka memprotes kebijakan Allah SWT. Padahal urusan bag...
Hidup Itu Sederhana
Hidup Itu Sederhana
Hidup itu sederhana. Sesederhana air mengalir., yang mengikuti gaya gravitasi bumi, yang mengikuti suara dan alualam irama alam semesta. Air tidak pernah meminta persyaratan yang rumit untuk mengalir. Air hanya meminta satu syara...

Rindu Berbagi

Berbagi itu menyehatkan. Berbagi itu mencerahkan. Berbagi itu berpahala. Apalagi untuk hati yang mengalir. Hatinya akan terus mengalir dan aliran hatinya harus menemukan tempat untuk berbagi. Dia akan mencari tempat-tempat yang nyaman untuk berbagi. Tidak sembarangan tempat dan waktu, dia akan berbagi.

Karena kepincut dan tergoda oleh sebuah blog keroyokan yang sedang digemari para aktivis dunia tulis menulis, hati ini akhirnya selingkuh dan meninggalkan blog kesayangannya ini. Nggak terasa, hampir 3 tahun hati ini meninggalkan rumahnya yang sejati. Sebuah rumah maya yang dibangun sebagai tempat merenung dan meditasi. Sebuah bangunan luhur yang digadang-gadang sebagai panggung untuk mengalirkan semua lintasan hati.

Dulu hati ini berharap, dengan ikut menghuni rumah keroyokan, di dalamnya akan ditemukan tepuk tangan dan decak kagum. Namun semakin direnungkan, semakin lama tinggal, semakin terasa bahwa rumah keroyokan ini dikuasai oleh para iblis dan setan. Iblis dan setan itu pasti akan mengajak hati ini untuk berbantah-bantahan, berbicara mesum dan fasik. Sedangkan hati yang mengalir adalah hati yang lebih suka suasana sepi, lebih suka menghindar berbicara dengan caci maki, hujatan dan umpatan. Hati yang mengalir lebih nyaman dan terbiasa bermuhasabah, merenung dan instruspeksi ke dalam. Dia tidak terbiasa mencela, menyebarkan kebencian dan memvonis pihak-pihak yang berseberangan.

Kini, tiba-tiba hati ini ingin pulang kembali. Pulang ke rumah yang walaupun bentuknya sederhana dan sepi dari tepuk tangan dan hiruk pikuk duniawi, namun di dalamnya ada kejujuran dan kedamaian. Dan hati ini berjanji untuk meramaikan kembali kamar-kamar diskusi untuk mencatat perjalanan panjang ke dalam diri.

About The Author

Nurfi Majidi

Leave a Reply