Suka Suka Allah bagi Rizki, Ko Lu Yang sewot
Suka Suka Allah bagi Rizki, Ko Lu Yang sewot
Inilah salah satu sikap yang menyebabkan kita tidak bisa menjadi orang yang berlimpah rizkinya. Karena dalam urusan kewenangan membagi rizki, kita ternyata orang yang paling suka memprotes kebijakan Allah SWT. Padahal urusan bag...
Hidup Itu Sederhana
Hidup Itu Sederhana
Hidup itu sederhana. Sesederhana air mengalir., yang mengikuti gaya gravitasi bumi, yang mengikuti suara dan alualam irama alam semesta. Air tidak pernah meminta persyaratan yang rumit untuk mengalir. Air hanya meminta satu syara...

Allah bisa !

Kala dirimu galau tentang apakah kamu bisa menyelesaikan  tugas-tugas duniamu, katakan pada dirimu “ Mungkin aku tidak bisa, … Tapi Allah bisa !”.

Saat dirimu punya mimpi yang sepertinya akal dan logikamu tidak bisa menggapainya, katakan pada dirimu “ Mimpiku memang luar biasa, mungkin aku tidak bisa mewujudkannya, … Tapi Allah bisa !”.

Saat kejadian tidak sesuai apa yang kamu inginkan, katakan pada dirimu “ Ya keinginanku tidak tercapai … Pasti Allah punya rencana lain yang lebih baik !”

Kita mengatakan tidak bisa karena kita mengukur kemampuan kita.  Pola pikir seperti ini seolah-olah kita menafikan kkeberadaan, keMahaKuasaan Allah SWT.  Kekuasan Allah kita bonsai  dengan apa yang kita pikir kita mampu. Kalau kita pikir kita tidak mampu, berarti Allah juga tidak mampu. Kemahakayaan Allah kita batasi dengan kekayaan yang kita punya. Kalau kendaraan kita hanya motor butut, maka Kehendak Allah kita batasi paling – paling kita bisa beli motor bekas dan tidak bisa beli mobil.. Ke-Maha Murah-an Allah memberikan rizki kita batasi dengan slip gaji kita. Masa depan anak, kita batasai dengan ijazah sekolahnya. Dan banyak lagi batasan-batasan yang kita ciptakan sendiri.

Batasan-batasan itu bisa jadi nampak nyata seperti fisik tubuh kita, namun lebih banyak lagi batasan itu hanya di alam maya di dalam benak dan pikiran kita.  Minder, malu, putus asa, adalah beberapa tanda-tanda bahwa ada  batasan di dalam pikiran kita sebelum melakukan sesuatu.  Yuk … kita bongkar batasan tadi dengan mengulang-ulang pernyataan di atas,

Kita punya Allah yang maha segalanya,, yang Maha Suci dari kelemahan dan kesalahan.  Allah sudah menjanjikan apabila kita bertaqwa, maka Allah SWT akan mencukupkan kebutuhan kita dan memberikan rizki dalam arah yang tidak kita sangka.  Kita tidak sangka karena memang otak kita terbatas untuk memotret Rizki Allah yang melimpah. Kita lebih menyakini bahwa rizki kita hanya sebesar angka yang ada di dalam slip gaji atau hanya sebatar keuntungan dari warung kita.

Jangan dibayangkan cara Allah merealisasikan kehendakNYA seperti yang kita lakukan. Allah mewujudkan impian kita melalui diri kita, melalui orang lain bahkan melalui semua makhluknya yang ada di muka bumi.  Allah akan mengilhamkan di dalam hati kita isyarat-isyarat, niatan-niatan sehingga kita bergerak mengerjakan sesuatu. Allah memberikan  badan dan pikiran kita sehat sehingga kita mampu bergerak. Allah akan mempertemukan kita dengan orang yang bisa mewujudkan impian. Allah hindarkan diri kita dari orang-orang jahat yang bermaksud menggarong bisnis kita. Itulah sebabnya Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa silaturrahim itu memperbanyak rizki dan memperpanjang umur.

Allah akan mengatur makhluk-mahlukNYA sehingga tercipta peluang-peluang bisnis yang bisa kita garap.  Bisa jadi peluang datang dari lintasan-lintasan ide kita saat melihat kejadian atau kondisi di luar. Bisa jadi peluang itu datang dari temen-temen kita atau dari orang yang tidak kita kenal. Bisa jadi peluang datang saat kita membaca koran yang kita beli di inggir jalan. Bisa jadi peluang datang dari seminar yang kita ikuti. Bisa jadi saat peluang datang,  Allah akan berikan sinyal kepada kita tentang resiko suatu bisnis tertentu, melalui ketajaman analisa kita, melalui info dari orang lain, melalui pengalaman sebelumnya maupun melalui berita-berita di media.

Allah juga akan mengatur semua makhluknya baik yang hidup maupun yang  tidak bernyawa untuk mendukung usaha kita. Allah takdirkan hujan dan panas mendukung bisnis kita.  Allah mentakdirkan kejadian bencana-bencana alam, kecelakaan dan kejadian yang tidak kita inginkan lainnya  tidak meruntuhkan bisnis kita.

Begitulah Allah mengeksekusi kehendakNYA. Allah sangat mampu untuk melaksanakan niatnya dengan KUN – FAYAKUN. Tiba-tiba dalam hitungan sepersekian detik seorang pengemis misalnya, jadi presiden. Tapi Allah juga sangat tahu tentang mahluknya yang bernama manusia. Jika Allah melaksanakan kehendakNYA seperti itu, maka manusia akan menjadi malas dan tidak mau bekerja keras. Semua menunggu KUN FAYAKUN. Allah telah memberikan bekal akal yang kita gunakan untuk mengerti, mengamahi, menganalisa, mengambil hikmah dari setiap kejadian.  (nm)

About The Author

Nurfi Majidi

Leave a Reply